Thursday, December 6, 2018

Bisnis Kartu Kredit Lesu Bukan Karena Tawarannya Kurang Bermutu


Banyak yang memprediksi permintaan kartu kredit bakal meningkat tajam. Setidaknya di 10 tahun mendatang. Dan inilah yang membuat bank mengeluarkan berbagai produk kartu kredit yang berbeda. Contohnya saja Kartu Kredit HSBC Platinum Cashback yang ditujukan untuk mereka yang doyan belanja, khususnya belanja online.

Akan tetapi, kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Bank Indonesia merilis laporan terbaru bahwasannya volume transaksi menggunakan kartu kredit hanya naik 3 persen di bulan September 2018 ini. Ini juga mengindikasinya rendahnya permintaan kartu kredit di masyarakat. 

Apakah ini artinya kartu kredit sudah tidak seksi lagi? Atau layanan serta fasilitas yang kurang sehingga banyak orang tak tertarik menggunakan kartu kredit lagi?

2 Alasan Utama Mengapa Bisnis Kartu Kredit Lesu
Secara umum, permintaan kartu kredit serta volume transaksi dengan menggunakan kartu kredit memang rendah. Akan tetapi, jumlah pemegang HSBC Kartu Kredit Cashback cenderung naik. Hal ini disebabkan banyak masyarakat dengan ekonomi menengah merasakan manfaat dari kartu kredit ini. Mereka bisa mengandalkan kartu cashback untuk memenuhi kebutuhan hidup. Cicilan yang ringan serta adanya cashback menjadi dua faktor utama mengapa banyak yang memilih kartu cashback HSBC ini.

Namun, mengapa secara umum volume transaksi menurun? Dalam hal ini, ada analisa tersendiri.

1.      Banyak Alternatif Pembayaran

Dulu, seolah-olah hanya ada dua cara pembayaran, yaitu cash dan non cash. Jika non cash, banyak orang menggunakan kartu debit. Sekarang, ada altenatif lain berupa kartu kredit.

Seiring berjalannya waktu, alternatif pembayaran semakin banyak. Perusahaan fintech berkembang melahirkan produk pembayaran digital yang begitu banyak. Dan secara tidak langsung, persaingan tidak hanya pada bisnis kartu debit dan kartu kredit tapi juga ada kompetisi lain yaitu produk dari fintech.

Kompetisi semakin ketat ketika perusahaan fintect jor-joran dalam melakukan promosi. Agar semakin banyak masyarakat menggunakan produk payment system mereka, sering mereka memberikan beberapa penawaran menarik, mulai dari cashback hingga hadiah langsung.

Jadi, jelas kan mengapa volume transaksi menggunakan kartu kredit semakin rendah?

2.    Turunnya Daya Beli Masyarakat

Meskipun debatable, namun ada yang mengakui bahwa daya beli masyarakat cenderung menurun. Terutama di semester akhir tahun 2018. Banyak sekali faktor penyebabnya, mulai dari hari raya yang sudah lewat serta kenaikan beberapa bahan kebutuhan hidup. Itulah yang membuat para analis melihat adanya penurunan daya beli masyarakat.

Apakah itu artinya masyarakat tidak mampu membeli? Sebenarnya tidak. Ada kemungkinan mereka menahan diri untuk tidak membeli barang. Mereka menahan hingga waktu yang tepat. Bahkan, ada juga yang memang membeli produk yang mungkin harganya mahal tapi mereka butuhkan. Mereka menggunakan Kartu Kredit HSBC Cashback dan berniat untuk mencicil sampai akhir dengan tanpa menghabiskan uang untuk membeli produk yang lain.

           Jadi, turunnya daya beli bukan berarti masyarakat tidak punya uang. Mereka semakin cerdas dalam menggunakan uang. Dan kondisi ini harus dimanfaatkan oleh siapapun yang berbisnis di bidang financial atau penjualan.

Tentu saja ada faktor lain yang membuat kartu kredit kurang seksi. Namun, setidaknya dua faktor tersebut yang sangat mempengaruhi rendahnya volume transaksi menggunakan kartu kredit akhir-akhir ini.

Masih Ada Harapan
Banyak yang pesimis hingga akhirnya beberapa bank tidak lagi menggenjot bisnis kartu kredit mereka. Apalagi mereka tahu ada pemain baru di dunia bisnis perbankan, yaitu fintech yang sekarang ini mendapatkan suntikan dana dari investor.

Akan tetapi, masih ada satu harapan. Intinya hanya satu, yaitu melakukan diferensiasi. Memberikan apa yang kompetitor tidak bisa berikan.

Sebenarnya, sudah ada fintech yang memberikan fasilitas sama seperti kartu kredit dari bank. Maka dari itu, harus ada tambahan layanan lagi jika ingin masyarakat memilih untuk menggunakan kartu kredit.

Seperti yang dilakukan oleh HSBC, mereka menawarkan berbagai jenis kartu kredit. Ada Kartu Platinum untuk mereka yang suka shopping barang branded, HSBC Visa Signature untuk traveler, serta HSBC Cashback untuk mereka yang suka belanja dan ingin mendapatkan cashback. Dengan menawarkan berbagai jenis produk ini, masyarakat punya pilihan. Dan mereka bisa memilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan mereka.

Lebih dari itu, kartu kredit harus memberikan lebih banyak kemudahan dibandingkan dengan apa yang diberikan oleh perusahaan fintech. Contohnya saja kemudahan dalam mendapatkan cashback dan menggunakannya untuk membeli barang tertentu. Inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari HSBC Kartu Kredit Cashback. Di tengah ribetnya syarat yang harus dipenuhi ketika ingin mendapatkan cashback, justru HSBC menawarkan kemuduhan. Di setiap transaksi, Anda akan mendapatkan cashback. Cashback ditabung lalu bisa digunakan untuk membeli barang suatu saat nanti.

Dibandingkan dengan kartu kredit yang lain, kartu kredit Cashback ini mendapatkan lebih banyak perhatian. Syarat untuk mendapatkannya sangat mudah. Bahkan, karyawan dengan gaji kecil pun bisa menjadi pemegang kartu kredit ini. Selain itu, biaya tahunan yang relatif rendah serta cicilan yang sangat masuk akal menjadi daya tarik tersendiri. Belum lagi fasilitas lainnya. 

Jadi, Anda tidak perlu lagi berebut cashback di marketplace. Jika Anda memahami apa saja program kartu cashback, Anda akan merasakan kemudahan dalam menggunakan kartu kredit yang satu ini. Anda tidak perlu berburu barang yang ditawarkan dengan cashback. Tinggal gunakan saja kartu kredit cashback dari HSBC milik Anda. Maka di setiap transaksi dengan nominal tertentu, Anda langsung mendapatkan cashback.


EmoticonEmoticon